P3A Tetap Mengedapankan Mutu dan Kualitas Kerja

Hang-tuah.com- Terkait pemberitaan dari salah satu media terhadap pelaksanaan program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) pada pelaksanaannya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

Proyek padat karya ini murni diperuntukkan kepada kelompok P3A yang di sahkan oleh Badan Hikum Akta Notaris yang mengacu kepada spesifikasi dan teknis.

Menurut keterangan Suntari salah seorang Ketua P3A Desa Koto Bento mengungkapkan bahwa pelaksanaan proyek padat karya ini membuat masyarakat petani cukup terbantu dengan hasil tani yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2020 salah satu program yang dapat memberikan peluang hasil pertanian yang melimpah.

“Alhamdulillah dengan adanya proyek ini (padat karya) masyarakat petani cukup terbantu dengan hasil tani yang berbeda dari sebelumnya. Dengan adanya perairan air dari irigasi ini juga salah satu faktor penunjang meningkatnya hasil tani,”katanya kepada Hang-tuah.com, (28/10).

Ia mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kerjanya pihaknya tetap mengedepankan hasil yang optimal tampa adanya dugaan kecurangan seperti apa yang diberitakan.

“Contohnya di Desa Koto Bento, volume nya kami lebihkan ini menandakan bahwa kami tidak mencari keuntungan didalam pengerjaan ini akan tetapi yang lebih kami kedepankan itu adalah hasil kerja yang betul-betul optimal sesuai dengan arahan yang kami terima,”jelasnya.

Sementara itu menurut keterangan Imanuddin Pelaksana Teknis dilapangan kepada Hang-tuah.com mengatakan bahwa pihaknya tidak terima dengan adanya tudingan miring yang dinilai dapat merugikan pihak BWSS Wilayah VI Jambi.

“Kami tidak terima dengan adanya pemberitaaan yang menyudutkan kami dalam pelaksanaan proyek P3A yang ada di Kabupaten Kerinci. Karena didalam pelaksanaannya saya selalu menegaskan untuk lebih mengedepankan mutu dan kualitas kerja sehingga proyek ini betul-betul memberikan manfaat lebih besar untuk masyarakat,”jelasnya.

Terkait adanya tudingan miring itu lanjut Imanudin ia bersedia dan memberikan peluang untuk berdiskusi secara sehat sehingga tidak salah dalam memahaminya.

”Sejak tahap pertama hingga saat ini saya menyediakan waktu bagi masyarakat untuk berdiskusi dalam memberikan pemahaman arti penting sebuah proyek padat karya ini. Saya menyayangkan ada pemberitaan yang dapat menimbulkan sebuah fitnah bagi kami dalam bekerja disini,”cetusnya.


Ia berharap kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan proyek ini. Terlebih lagi kata Imanudin adanya isu -isu pungutan fee yang mengatasnamakan BWSS Wilayah VI dan lain sebagainya dengan senang hati ia terima.

“Sekali lagi saya tekankan disini bahwa pengerjaan proyek P3A ini tanpa dipungut biaya. Jika ada yang mengatasnamakan pihak Balai dan lain sebagainya dan juga ada oknum yang bermain disini lapor sama saya dan saya berjanji akan memberikan sanksi tegas,”tutup Imanudin. (Fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE