Kalapas : Napi yang Berulah akan Dimasukkan Kedalam Straft Cell

Hang-tuah.com- Hak asimilasi dan integrasi yang telah diberikan ke narapidana (napi) akan dicabut. Hal ini dilakukan bilamana, napi yang diberikan hak tersebut berulah atau melanggar aturan setelah dibebaskan dari rumah tahanan (rutan).


Kepala Rutan Klas II b Sungai Penuh Eli Susanto mengungkapkan bahwa pihaknya tidak segan-segan menindak tegas para nara pidana (napi) yang mendapatkan asimilasi bilamana melanggar ketentuan asimilasi.


Pihak Rutan klas II b Sungai Penuh katanya, mengacu pada perintah Menkumhan RI dalam ketentuan asimilasi bagi narapidana yang mendapatkan hak tersebut.


“Seperti perintah Menkumham RI jika ada pelanggaran didalam ketentuan asimilasi pihak Bapas akan berkoordinasi dengan Polres Kerinci untuk mengambil yang bersangkutan,”kata Eli Susanto kepada Hang-tuah.com, Jum’at, (24/4).


Artinya lanjut Eli Susanto Kalapas Klas II b Sungai Penuh bahwa yang melanggar ketentuan itu akan dicabut hak-haknya sebagai narapidana.


“Para narapidana yang kembali melakukan tindak pidana, akan dimasukkan ke dalam straft cell (sel pengasingan), hingga pidana awal berakhir dan tidak diberikan hak remisi sampai waktu tertentu sesuai peraturan berlaku,”jelasnya.


Ia berharap kepada masyarakat agar tidak panik bilamana terdapat narapidana yang melakukan ulah kembali.


“Iya, masyarakat tidak perlu cemas. Sebab, mereka yang menjalani program asimilasi dan integrasi tetap berada dalam pantauan petugas Lembaga Pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan dan Aparat penegak hukum lain,”tukasnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE