Jaringan Telkom, Sirait : Kita Berusaha, Faktor Alam Menentukan

Hang-tuah.com- Kepala Telkom Sungai Penuh Sirait mengatakan bahwa pihaknya tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan para pelanggan Telkom yang berada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

“Kita tetap menjaga dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan. Akan tetapi dalam hal jaringan Telkom itu tergantung faktor alam. Seperti ada longsor, hujan dalam intensitas tinggi itu bisa mengganggu jarinkit. Disini perlu duduk bersama apalagi Telkom kan milik pemerintah,”ungkapnya Kepala Telkom Sungai Penuh Sirait kepada Hang-tuah.com, Kamis kemarin via ponsel.

Terlebih sejak wabah pendemi virus corona (covid 19) sejumlah sekolah diliburkan bahkan perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Hingga adanya perpanjangan beberapa hari kedepan. Pelaksanaan instruksi untuk meniadakan kegiatan tatapmuka di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih terbilang gagap.

Pasalnya di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terdapat wilayah yang belum memiliki jaringan untuk memberlakukan sistem daring. Penerapan sistem tersebut salah satu sistem yang dianggap salah satu penerapan yang dapat penunjang kegiatan belajar dirumah.

Untuk menjagara sistem ini berjalan optimal pemerintah diminta untuk segera membangun sarana penunjang agar lebih efektif dan efisien.

“Namun dengan kondisi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang darurat maka masa libur diperpanjang. Sebelumnya batas libur hingga 1 April karena kondisi darurat tidak hanya mahasiswa saja, para dosenpun di rumahkan,” terang Ketua STIE-SAK, Dr. Alpia Santoni SE,MM kepada Hang-tuah.com, Kamis, (26/3) kemarin.

Ia juga mengatakan bahwa penerapan sistem daring kedepan pemerintah daerah diminta hadir memberikan solusi untuk ketersediaan jaringan, terutama untuk mahasiswa yang berada dipelosok desa.

“Iya, salah satu kendala kita adalah adanya mahasiswa yang berada diwilayah pedalaman yang belum ada jaringan. Kita mengharapkan perhatian pemerintah untuk sarana dan prasarana penunjang seperti pembangunan tower yang dapat memaksimalkan kegiatan belajar secara online,” kata Alpia.

Lanjutnya, saat ini jaringan internet merupakan salah satu kebutuhan dalam menunjang proses belajar mengajar. Apalagi proses perkuliahan dilaksanakan secara online atau daring.

“Internet sudah menjadi kebutuhan kita mengharapkan pihak Telkom memberikan pelayanan yang dapat membantu proses belajar mengajar dengan siatem daring itu,”ujarnya.

MAN 2 Sungai Penuh juga memberlakukan sitem belajar dirumah. Para siswa tidak dibenarkan untuk melakukan aktivitas diluar rumah.

“Proses belajar mengajar disekolah diliburkan, dan sistem belajarannya dari rumah. Komunikasi antara siswa dan guru tetap terus berjalan yakni dengan menggunakan sarana telekomunikasi disini kita menginginkan adanya jaringan yang maksimal untuk mengoptimalkan belajar secara online,” ungkap Safri Juanna Kepala MAN 2 Sungai Penuh kepada Hang-tuah.com.

Pemerhati Kekuatan Fikiran (Mind Power) Dede Farhan Aulawi melalui sambungan telepon di Bandung, Kamis (26/3) kemarin mengatakan bahwa setiap informasi yang masuk pada seseorang akan direkam oleh alam bawah sadarnya (subconcious mind), dan pada akhirnya akan berpengaruh pada kondisi psikis yang bersangkutan, terus mempengaruhi sistem kekebalan tubuhnya, dan akhirnya berpengaruh pada stamina dan kesehatan dirinya.

“Jika informasi yang direkam lalu direspon secara positif tentu baik, tetapi jika sebaliknya direspon negatif maka menimbulkan kepanikan dan kecemasan yang tentu sangat berpengaruh pada kesehatannya,”sebut Dede.

Secara teoritis sebenarnya gampang, yaitu harus pintar memilih informasi yang benar atau tidak, lalu sikapi secara positif. Persoalannya untuk saat ini terkadang sulit membedakan informasi yang benar dan hoaks. Dan tidak sedikit juga yang terjebak pada sistem auto respon yang negatif.

“Disinilah dibutuhkan kedewasaan dan keterampilan berfikir untuk membangun konstruksi fikiran yang positif tadi. Kadang tidak sadar antara diseminasi informasi dengan provokasi ketakutan tidak disadari. Akhirnya banyak masyarakat yang menjadi sakit oleh fikirannya sendiri,”Dede menjelaskan.

Oleh karena itu lanjut Dede, ada baiknya untuk membatasi diri dalam membaca berbagai informasi yang berseliweran di medsos, apalagi kebenaran informasinya diragukan.

“Berhenti juga memforward informasi yang hoaks atau diperkirakan bisa menimbulkan dampak ketakutan, terutama terkait virus corona seperti saat ini. Sebagai pedoman ikuti saja saran atau himbauan dari pemerintah, terkait upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan termasuk social atau physical distancing. Lalu perbanyak bahan bacaan yang bisa membangkitkan motivasi dan fikiran positif. Oleh karena itu setiap orang hendaknya membangun narasi yang positif dalam menyebarkan informasi tentang corona ini,” Dede menjelaskan.

Apa yang dibaca atau didengar terkait informasi Covid-19 ini, bahkan meskipun jika informasinya tidak benar sekalipun, bisa terekam di alam bawah sadar.

“Semakin diulang-ulang terbaca atau terdengar informasi tersebut di pikirannya, semakin kuat informasi ini jadinya, dan semakin berpengaruh untuk membangkitkan kecemasan atau ketakutan,”cetusnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE