Habitat Harimau Terganggu, BSDA dan KPHP Kerinci Turunkan Tim

Hang-tuah.com- Harimau Sumatera menampakkan wujudnya di Pendung Mudik Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerincii. Harimau itu sudah ditangani oleh pihak TNKS. Meskipun kejadian ini sudah satu minggu yang lalu para warga masyarakat diminta untuk mengenali wilayah partrolinya. BKSDA Jambi bersama KPHP Kerinci turun untuk memastikan informasi itu.

Jejak harimau pertama kali ditemukan oleh Pak Dun warga Pendung Mudik Semurup pada tanggal 5 Maret 2020 ketika hendak melihat hasil panen durennya yang berjarak sekitar 800 meter dari permukiman penduduk pukul sekitar pukul 11.00 wib jelang shalat dzuhur. Dan penampakan jejak harimau kedua pada tanggal 19 Maret 2020 ini ditemukan oleh Pak Madrus.

“Iya jejak harimau sudah dua kali ditemukan oleh warga. Pertama kali ditemukan oleh Pak Dun dan kedua oleh Pak Madrus sekitar pukul 16.00 sore,”jelas Sekdes Pendung Mudik Zikril kepada Hang-tuah.com, Minggu, (22/3).

Informasi ini ditanggapi serius oleh BKSDA Jambi dan termasuk KPHP serta pihak TNKS lainnya. “Saat ini kondisi tersebut sudah ditangani oleh teman-teman TNKS,”ujar Neneng Kepala KPHP Kerinci, wilayah 1 kepada Hang-tuah.com, Minggu, (22/3).

Harimau yang berkeliaran itu diusir oleh Satgas Penanganan Konflik yang di SK-an oleh Gubernur Jambi yang diketuai oleh BKSDA termasuk KPHP.

“Sudah satu minggu yang lalu ditangani oleh Satgas Penanganan Konflik yang melibatkan pihak Kepolisian, TNI,”ungkapnya.

Rahmat Arifin Polisi Kehutanan yang juga merupakan pengamat satwa liar kepada Hang-tuah.com mengungkapkan bahwa, penanganan konflik satwa liar di Pendung Mudik itu disebabkan terganggunya habitat satwa yang berada di kawasan hutan TNKS.

“Seperti kejadian di Pendung Mudik itu dikarenakan habitatnya diganggu. Bisa jadi disaat berburu mangsanya masuk ke kawasan perkebunan. Nah, disini perlu kehati-hatian kita untuk melihat kondisi dan mengenali apapun larangannya. Karena buruannya berlari lalu masuk area perkebunan tetap dikejar disini perlu kewaspadaan kita. Ditambah lagi ada perambahan hutan,”ujar Rahmat Arifin.

Upaya yang dilakukan oleh pihak TNKS dan Polhut adalah dengan membutuhkan informasi yang berkelanjutan.

“Artinya disini penanganannya sudah kita lakukan. Kita juga membutuhkan informasi dari masyarakat untuk pencegahannya dan pemerintah hadir disini,”sebutnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihak BKSDA akan turun kelokasi. Selain itu dikatakannya bahwa kondisi satwa yang hamil tersebut selalu bergerak yang ditemani satu satwa jantan lainnya.

“Masa kawinnya sudah lewat. Yakni pada bulan Agustus hingga Oktober kemarin. Pas lagi hamil ia aktif bergerak dengan dikawani oleh Harimau jantan. Dan bila ia memiliki sesuatu keinginan disana dia tidak jauh-jauh dari situ. Ditambah lagi dengan ketersediaan pakannya cukup. Seperti babi, rusa biasanya agak lambat jauh dari situ,”jelas Arifin. Ia menyebutkan pengusiran satwa liar tersebut mengarah ke Renan Pemetik.

“Dan harimau yang ditemukan itu lari ke arah Renah Pemetik. Sekitar 40 km dan nanti berkemungkinan akan kembali lagi. Apa lagi pakannya banyak disana. Biasanya agak lambat menjauhi daerah itu,” kata Arifin.

Meskipun demikian lanjutnya, warga yang berada dikawasan perkebunan diharapkan menjaga dan mengenali waktu-waktu atau disaat jam satwa liar itu beraktivitas.

”Biasanya pada pukul 05.00- 06.00 pagi dan pada sore harinya dan pada waktu 17.00 wib-18.00 wib sore hari biasanya harimau melintasi kawasan yang biasanya wilayah perburuannya untuk mencari makan,”ungkapnya.

Perlu diketahui kata Arifin bahwa Harimau itu berburu pada saat siang hari dan bukan pada malam hari. Selain itu menghindari pulang kerja serta tidak bekerja sendiri-sendiri.

“Usahakan jangan melintas disaat jam itu dan pulang kekebun tidak sendiri-sendiri dan sifatnya harimau itu suka memangsa dari arah belakang dan jarang terjadi arah yang berlawanan,”tukasnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci Nurhamidi SH mengatakan bahwa berdasarkan surat yang diterima dari Kepala Desa Pendung Hilir pihaknya turun kelokasi dan melakukan identivikasi.

“Ya, awalnya ada surat dari Kepala Desa Pendung Hilir, ke BKSDA Jambi, bahwa ada yang melihat harimau di ladang. Kemudian oleh teman BKSDA surat tersebut diteruskan ke saya, agar teman-teman TNKS untuk membantu mengeceknya,”jelas Nurhamidi.

“Tanggal 11 kita melakukan konfirmasi ke Sekdes dan langsung kelokasi melihat ada atau tidaknya jejak harimau namun tidak kita temukan. Nah, pada 12 Maret 2020 petugas TNKS menurunkan tim, hasilnya, diduga ada jejak harimau. Namun kami tidak melihat langsung adanya Harimau Sumatera,”Nurhamidi menjelaskan.

Nurhamudi mengatakan bahwa hari ini BKSDA Jambi bersama KPHP Kerinci ke lokasi yang diduga tempat ditemukan jejak satwa liar tersebut. “Hari ini BSDA dan KPHP Kerinci mengecek langsung kelokasi,”singkatnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE