45 Titik P3-TGAI di Kerinci Komitmen Wujudkan Nawacita ke-7

Hang-tuah.com- Sebanyak 45 titik lokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) oleh BWSS VI Jambi di Kabupaten Kerinci sudah sesuai prosedur dalam mewujudkan salah satu program nawacita ke-7.

Sebagai pengalihan tangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air BWSS VI Jambi memiliki komitmen untuk melakukan renovasi saluran irigasi persawahan bagi masyarakat bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan yang merupakan program pemerintah pusat. 

Didalam pelaksanaannya di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat dengan pembentukan kelompok Petani Pemakai Air.

“Iya dalam prgram ini kami dilibatkan. Program  ini  ialah  program  pemberdayaan  masyarakat    yang  dikerjakan  dari dan  oleh  untuk  masyarakat  kelompok  P3A dan  pendanaanya pun  di  cairkan  langsung  ke  petani  melalui  kelompok  P3A,”ujar Suntari salah seorang ketua Kelompok P3A di Kota Sungai Penuh kepada Hang-tuah.com, Rabu, (2/12).

Kemudian  dalam  program  tersebut  masyarakat  terlibat  langsung  dalam pelaksanaan  Program  P3-TGAI  ini  dengan  di  bentuknya  tim  perencana,tim pelaksana,tim  pengawas  yang  berasal  dari P3A yang  bersangkutan  yang  sudah  berbadan  hukum  (akta  notaris).

“Dan  sebelum dilaksanakanya  program  P3-TGAI  ini  dilakukan  dengan  berbasis  musyawarah  dari musdes  1,2  dan  3  yang  berisi  kesepakatan  dan  aspirasi  dari  kelompok  P3A  ,dan BWSS  VI  dalam  hal  ini  memfasilitasi  masyarakat  petani  dengan  di  dampingi  oleh Tenaga  Pendamping  Masyarkat  (TPM)    yang  sudah  di  TOT  (training  of  tryne)  oleh BWSS  VI  sebelum  terjun  dan  bergabung  di  masyarakat,”ungkapnya.

Para petugas TPM ini mendampingi Desa  dan  P3A  mulai  dari  administrasi, perencanaan, pelaksanaan  di  lapangan,hingga pelaporan. Dalam  program  P3-TGAI  ini  di  awasi  oleh  Tim  Pelaksana  Balai  (TPB)  dan Konsultan  Manajemen  Balai  (KMB)  kegiatan  monitoring  BWSS  VI,” jelasnya. 

Diakhir  kegiatan kelompok  P3A  wajib  membuat  Laporan  Pertanggung  Jawaban  (LPJ),  yang  terdiri  dari dokumentasi, progress  pekerjaan, dan  pelaporan  penggunaan  keuangan,”jelasnya. 

Imanudin Pelaksana Teknis mengungkapkan bahwa,  pada  P3-TGAI  tahun  anggaran  2020  ini  mempertahankan  daya  beli masyarakat  dan  mengurangi  angka  pengangguran  di  dalam  ketidakpastian  kondisi ekonomi  di  tengah-tengah  wabah  Pandemi  Covid -19.

“Kita bersyukur dengan adanya program ini dapat mengurangi angka pengangguran ditengah pandemi covid-19 dan memacu  pertumbuhan  ekonomi  dan  meningkatkan  daya  beli masyarakat  juga  bertujuan  mendistribusikan  dana  hingga  ke  pelosok  desa,”katanya.

Dalam kesempatan ini juga Imanudin menjelaskan,  adanya  kekeliruan  yang merugikan  Balai  Wilayah  Sungai  Sumatera  VI.

“Maka  perlu  dalam  hal  ini  (BWS  VI) memberikan  klarifikasi  Sebagai  Berikut, pertama,  kegiatan  P3-TGAI  bukanlah  sebuah  proyek  namun  program pemberdayaan  masyarakat  kelompok  tani  P3A  dari  dan  oleh  untuk masyarakat  petani, kedua,  sebelum  kegiatan  ini  dilaksanakan  Tenaga  Pendamping  Masyarakat TPM melakukan  sosialisasi  terlebih  dahulu  kepada  Kepala Desa, P3A, dan  masyarakat  petani,”tukasnya.

“Selanjutnya, pekerjaan  program  P3-TGAI  dilakukan  sesuai  dengan  spesifikasi  teknis pekerjaan  yang  ada  sesuai  dengan  usulan  kelompok  tani  (P3A)  rincian Anggaran  Biaya  (RAB)  dan  (Gambar  Rencana)  yang  telah  di  sepakati oleh  Kepala  Desa  Sungai  Langkap  Beserta  Kelompok  (P3A)  yang bersangkutan  dengan  Pihak  dari  OP  SDA  1  BWSS  VI  Jambi,”sebutnya.

Kemudian kata Imanudin, dalam kegiatan  P3A dilakukan secara transparansi  karna  setiap  keputusan  di ambil  berazaskan  musyawarah  mufakat  yang  terdiri  dari  musdes  1,2 dan  3  dengan  melibatkan, perangkat  Desa, P3A, dan  masyarakat  petani. 

“Setiap  tahapan  pelaksanaan  kegiatan  sudah  sesuai  Petunjuk  Teknis Peraturan  Menteri  PUPR  RI  no.24/prt/m/2012  tentang  pedoman  umum program  percepatan  peningkatan  tata  guna  air  irigasi. Surat  edaran  Dirjen  Sumber  Daya  Air  no.02/SE/D/2020  Tentang petunjuk  teknis  program  percepatan  peningkatan  tata  guna  air  irigasi. Surat  edaran  Dirjen  Sumber  Daya  Air  no.02/SE/D/2019  Tentang petunjuk  teknis  program  percepatan  peningkatan  tata  guna  air  irigasi,”lanjutnya.

Selanjutnya kata Imanudin, di  sisi  lain  program  ini  sangat  bermanfaat  karna  menyentuh  langsung masyarakat  petani. “Sangat membantu. Seperti, memenuhi  infrastruktur  jaringan  irigasi  tersier  untuk  petani, meningkatkan  hasil  panen  pertanian  khususnya  tanaman  padi, meningkatkan  daya  jual  beli  masyarakat  di  pedesaan, meningkatkan  ekonomi  masyarakat,”tandasnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE