Kawasan Industri Panbill Itu Seharusnya untuk Bumi Perkemahan
BANYAK orang yang belum mengerti sejarah terbentuknya Pramuka di Batam. Namun, perkembangan Pramuka di Batam mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan perkembangan Batam sebagai daerah kawasan industri.
Sejarah detil gerakan lahirnya gerakan Pramuka di Batam tidak diarsip secara resmi. Namun penulis merasa beruntung masih sempat bergaul dan berbincang dengan para penggerak dan pendiri Pramuka di Batam.
Dalam sejarahnya, Batam merupakan daerah yang dijadikan kawasan Industri. Sehingga secara konsep Batam tidak diperuntukan adanya masyarakat yang seperti halnya sekarang. Karena, penduduk Batam hanyalah pekerja di kawasan Industri.
Namun, dalam perkembanganya, banyak masyarakat di Indonesia yang hijrah ke Batam. Hal ini mendorong perkembangan penduduk di Batam. Sekitar tahun 70-an, penduduk Batam kurang dari 6.000 jiwa. Namun saat ini penduduk Batam sudah mencapai satu juta jiwa.
Dengan perkembangan ini tentunya mendorong perkembangan kegiatan yang ada di Batam. Salah satunya adalah kegiatan Praja Muda Karana atau Pramuka. Sebelumnya kegiatan ini terpusat di Belakangpadang dengan gugus depan 490 dan gugus depan pulau Sambu 47/48.
Seiring dengan itu, maka Batam membentu Kwartir Cabang sendiri melalui musyawarah cabang. Para Ketua Kwarcab Batam yang pernah ada saat itu adalah Yong Ali, Ngalimin, Atman Adiputra, Dodi Cahyadi, Ir Tato Wahyu dan terakhir Ria Saptarika.
Para Kwarcab yang pernah jumpa dan berbincang langsung dengan penulis adalah Dodi Cahyadi, Ir Tato Wahyu dan Ria Saptarika. Penulis mengenal para penggerak di Batam dan para Ketua Kwarcab tersebut melalui Imbalo Iman Sakti yang kini sebagai Andalan Cabang Pramuka.
Salah satu penggerak pramuka di Batam yang berperan banyak untuk perkembangan Pramuka Batam adalah Almarhum H. Harun Mustaram atau yang lebih dikenal dengan nama Kak Harun. Beliau adalah seorang guru di Sekolah Kartini yang kemudian dikaryakan di Otorita Batam.
Bersama Kak Imbalo, Kak Harun akan menggerakan agar seluruh anggota Pramuka di Batam dapat mengikuti program asuransi kesehatan dan kecelakaan. Asuransi dengan permi Rp15.000 per tahun itu, kartunya dapat digunakan sebagai kartu anggota Pramuka juga. Namun, sayang program tersebut belum dapat berjalan hingga sekarang karena terbentur kesibukan masing-masing pengurus dan mangkatnya Kak Harun.
Selain program itu, ada satu hal tentang lokasi Bumi Perkemahan di Batam. Berdasarkan hasil survey dan penelitian dari tim Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB), bumi perkemahan di Batam berlokasi di Kawasan Industri Panbill. Alasannya, di kawasan tersebut terdapat air terjun dan aliran sungai sebagai mata air yang dpat dijadikan kawasan untuk berkemah. Selain itu, kawasan hutan lindung tersebut tidak akan rusak karena bumi perkemahan tidak merusak atau menebang hutan yang ada. Bahkan, para anggota Pramuka akan memeliharanya dengan baik.
Tapi, karena mungkin dilandasi faktor ekonomis dan polistis lokasi bumi perkemahan tersebut dialokasikan untuk kawasan industri Panbill. Pernah pada saat setelah acara makan malam, penulis menanyakan hal ini kepada Deputi Operasi Otorita Batam saat itu yakni Jusuf Domi. ‘’Tidak, peruntukan itu (kawasan Industri Pabill) tidak menyalahi aturan,’’ kilahnya.
Bahkan, hal ini juga dibantah oleh Deputi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Otorita Batam saat itu yakni Ir Prianto. ‘’Lahan pengganti bumi perkemahan telah ditetapkan di Telagapunggur,’’ paparnya.
Namun, kawasan tersebut sesungguhnya tidak layak untuk bumi perkemahan karena sulitnya memperoleh air bersih di sana. Terlepas dari kendala itu semua, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk membenahi gerakan Pramuka di Batam. Di antaranya adalah pembenahan sanggar yang berlokasi di Sekupang maupun pembenahan pengurus sehingga Pramuka dapat menjadi penggerak dalam bidang pembangunan.
Pengoptimalan saka atau satuan karya dapat mendorong kewaspadaan dan ketertiban masyarakat seperti halnya Saka Bhayangkara. Demikian juga dengan saka lainnya. Ya selamat Hari Pramuka semoga Gerakan Pramuka khususnya di Batam semakin jaya. (***)
